BIG Bang

08/01/2010

Dari Tentara Kembali Menjadi Warga Sipil

Filed under: Renungan — arundito @ 12:13

Ratusan mantan prajurit anak-anak, yang pernah berjuang membela kelompok pemberontak Maois Nepal, akhirnya dibebaskan dari kamp-kamp pengungsian yang dipantau oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka yang sudah tinggal di kamp-kamp pengungsian selama tiga tahun siap memulai hidup barunya sebagai masyarakat sipil.
Akan tetapi, bukannya merasa bahagia bisa hidup seperti anak-anak lainnya, para bekas tentara tersebut malah kesal. Alasannya, mereka harus menanggalkan pakaian hijau tentaranya dan juga berpisah dengan teman-temannya.
“Mereka semua sangat emosional karena harus meninggalkan kamp pengungsian, tetapi mereka mengerti ini merupakan proses yang harus dijalani agar proses perdamaian tetap berjalan,” jelas wakil komandan kamp di Dudhauli, Gopal Pandey.
Kamp Dudhauli, yang berjarak 200 kilometer dari barat laut Kathmandu, merupakan salah satu dari tujuh kamp pengungsian yang didirikan sejak 2006. Ada sekitar 20 ribu mantan pemberontak, yang bergabung dengan Partai Komunis Nepal (Maoist), tersebar di tujuh kamp pengungsian tersebut. Mereka menyerah setelah 10 tahun memberontak dan setuju ikut serta dalam proses perdamaian dan memasuki arena politik untuk memperjuangkan keinginan mereka.
Proses pembebasan tentara anak-anak dimulai dengan melepaskan 371 bekas tentara anak yang berada di kamp Dudhauli. Berdasarkan hasil data PBB, ada 2.975 pemberontak yang berusia di bawah 18 tahun.
Mantan pemberontak anak-anak itu akan diberi tanda pengenal khusus yang membuat mereka bisa pergi ke sekolah, mengambil sekolah kejuruan, atau memulai usaha dengan bantuan dari pemerintah dan agen-agen PBB.
Tidak semua anak-anak itu rela menanggalkan status mereka sebelumnya, yaitu sebagai prajurit. “Saya tidak tahu sama sekali kenapa saya harus meninggalkan kamp,” ujar Ratan Rai, salah satu anak yang akan dibebaskan.
Rai mengaku berusia 23 tahun dan tidak pernah menjadi prajurit anak. Dia menanyakan alasan sehingga prajurit-prajurit berusia di bawah usianya diizinkan membela tentara nasional. (*/AP/I-1)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: